PureVolume

 
 
 
Blog Post
 

Banyak ahli menyebutkan bahwa tingkat akurasi prediksi bola bukanlah hal yang penting selama kita bertaruh pada odds dengan nilai potensi yang tinggi. Kenyataannya, terlalu sering bertaruh pada odds yang dianggap memiliki nilai potensi tinggi merupakan kebiasaan yang berbahaya karena pada umumnya, tingkat kemenangan dalam odds tersebut tidak telalu tinggi. Teorinya, seorang penjudi yang bertaruh pada rata-rata odds 1.95 dengan tingkat akurasi 55%, kedua penjudi tersebut akan mendapatkan keuntungan yang sama besarnya, 7.5% dari investasi yang mereka lakukan meskipun bermain dengan tingkat kemenangan yang berbeda.

Tidak banyak penjudi dapat menggunakan teori ini. Ada beberapa kelemahan yang harus dihindari oleh seorang penjudi dalam menjalankan teori tersebut.

Kelemahan pertama dalam teori tersebut ialah kebiasaan untuk mengubah nilai judi mereka berdasarkan dana judi yang tersisa. Menjauhi kekalahan besar adalah perkara yang sangat penting untuk penjudi seperti ini. Karena ketika mengalami kekalahan banyak mereka akan menurunkan nilai judi mereka dan akan sulit untuk mengembalikan hasil dengan nilai yang lebih sedikit. Misalnya seorang penjudi mengalami kekalahan dalam 10 taruhan yang dilakukannya. Pemain tersebut akan menurunkan jumlah uang yang dikeluarkannya dalam tiap taruhan dan dengan nilai kemenangan yang lebih kecil akan sulit mengembalikan hasil. Jenis penjudi semacam ini membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi untuk mengembalikan keadaan.

Kekalahan dalam 10x taruhan berturut-turut tidak sering terjadi, namun seorang penjudi yang telah bertaruh dalam banyak pertandingan akan mengalami hal tersebut. Kemungkinan kalah seperti itu tentu akan sering terjadi pada penjudi yang bermain dengan tingkat akurasi 43% dibandingkan dengan 55%. Kemungkinan untuk penjudi dengan tingkat akurasi prediksi bola 43% akan mengalami kesalahan 10 kali berturut-turut sebesar 0.3%, sementara akurasi 55% hanya memiliki kemungkinan untuk gagal 10 kali beruntun sebesar 0.03%, 10 kali lipat lebih jarang. Penjudi dengan kecenderungan menyesuaikan nilai taruhan mereka berdasarkan dana judi uang mereka miliki sebaiknya mengutamakan akurasi prediksi.

Para Penjudi yang menggunakan sistem nilai taruhan konstan dapat menerapkan teori tersebut. Penjudi seperti ini memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah namun dapat mengembalikan hasil dari kemenangan. Namun perlu diingat bahwa mungkin penjudi seperti ini akan mengalami kemenangan beruntun yang lebih kecil. Selain itu, penjudi tipe ini memiliki resiko lebih tinggi kehabisan dana judi mereka melalui kekalahan beruntun. Dalam berjudi, menghindari kekalahan besar adalah hal paling penting dibandingkan kemenangan berturut-turut karena sebuah kekalahan besar bisa saja menghilangkan hasil yang telah kita capai selama ini. Dalam judi bola, menghindari kekalahan hanya dapat dilakukan dengan tingkat akurasi prediksi yang tinggi.

Kelemahan kedua dalam teori ini adalah penjudi itu sendiri. Beberapa penjudi memiliki metode mereka sendiri yang dipercaya dapat mengalahkan bandar. Namun ketika kekalahan beruntun terjadi, seorang penjudi umumnya akan kehilangan rasa percaya diri dan tidak akan mempercayai metode mereka. Mereka tidak bertaruh pada nilai odds yang biasanya mereka mainkan dan mulai berjudi pada taruhan yang biasanya tidak akan mereka ambil, bahkan ada yang mulai mengambil resiko dengan taruhan besar untuk mengembalikan kekalahan mereka. Hal ini merupakan keuntungan psikologis yang dimiliki bandar dan untuk menghindari hal ini, seorang penjudi membutuhkan prediksi bola yang sangat akurat.

Bertaruh dengan odds tinggi memang lebih bernilai meskipun dengan tingkat akurasi rendah, namun seorang penjudi harus memperhatikan hal-hal di atas. Seorang penjudi tidak bertaruh dengan nilai konstan dan mudah tertebak tekanan psikologis, sebaiknya bermain dengan level akurasi tinggi untuk menghindari kekalahan dalam jangka panjang.

Posted Apr 13, 2015 at 6:11am

Comments

 
 
Advertisement

Posts (1)

 
Signup for PureVolume, or Login.